Krisis Kebahagiaan di Tengah Perilaku Konsumtif Perspektif Al-Ghazali

Penulis

  • Khusnul Lailia Universitas Islam Negeri Salatiga, Indonesia
  • Aulia Novika Universitas Islam Negeri Salatiga
  • Rina Rosia Universitas Islam Negeri Salatiga
  • Agus Waluyo Universitas Islam Negeri Salatiga

DOI:

https://doi.org/10.22373/ekobis.v10i1.35103

Kata Kunci:

Kebagahiaan, Konsumtivisme, Qana'ah, Al-Ghazali

Abstrak

Penelitian ini bertujuan mengkaji krisis kebahagiaan dalam masyarakat modern yang dipengaruhi oleh dominasi materialisme dan konsumtivisme, serta menawarkan alternatif melalui perspektif pemikiran Imam Al-Ghazali. Dalam ekonomi konvensional, kebahagiaan umumnya diukur melalui utilitas dan kepuasan konsumsi, namun pendekatan ini belum mampu menjelaskan dimensi spiritual dan psikologis manusia secara komprehensif. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode library research yang dianalisis melalui content analysis untuk mengidentifikasi, mengkategorikan, dan menginterpretasikan konsep-konsep utama secara sistematis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebahagiaan berbasis materi bersifat semu dan temporer serta berkorelasi dengan meningkatnya kecemasan dan ketidakpuasan. Sebaliknya, Al-Ghazali menempatkan kebahagiaan sejati pada dimensi spiritual melalui pengendalian diri dan kedekatan kepada Tuhan. Konsep qana’ah sebagai sikap merasa cukup memiliki relevansi dalam merespons krisis kebahagiaan modern dengan mendorong keseimbangan antara kebutuhan material dan spiritual. Oleh karena itu, integrasi nilai spiritual dalam aktivitas ekonomi menjadi penting untuk mewujudkan kesejahteraan yang holistik dan berkelanjutan.

Unduhan

Diterbitkan

2026-06-01

Terbitan

Bagian

Articles