METODE SOCRATES SEBAGAI STRATEGI PENINGKATAN KETERAMPILAN DASAR KONSELING MAHASISWA CALON PENDIDIK

Authors

DOI:

https://doi.org/10.22373/je.v12i1.34818

Abstract

Abstract: Basic counseling skills are one of the essential competencies that prospective educator students need to possess as a provision in understanding, responding to, and assisting students' psychopedagogical problems in educational environments. Empirical facts show that some students still experience difficulties in displaying attending behavior, empathic abilities, asking exploratory questions, and developing systematic counseling responses when faced with student case studies. This condition demands an innovative learning strategy that can stimulate students' reflective, analytical, and dialogical abilities. This study aims to analyze the effectiveness of the Socratic Method as a strategy to improve the basic counseling skills of prospective educator students. The study used a quantitative approach with a quasi-experimental design through a pretest-posttest treatment evaluation model. The research subjects consisted of 24 education program students taking basic counseling services learning. Data collection techniques used observation, interviews, basic counseling skills assessment sheets, and documentation of the treatment process. The implementation of the Socratic Method was carried out through three learning stages, namely questioning assumptions, probing reasons, and reflective dialogue based on case studies. Data analysis used descriptive percentages and gain scores to see the increase in student competencies. The results of the study showed that the average achievement of basic counseling skills among students at the beginning was in the low category at 16.67%, increasing to 34.27% in the first stage, 52.81% in the second stage, and reaching 74.63% in the final stage, categorized as good. Improvements were seen in students' abilities to establish psychological contact, explore information in depth, demonstrate empathetic responses, and formulate more targeted alternatives for assistance. These findings confirm that the Socratic Method is effective as a reflective-dialogical learning strategy to improve the basic counseling skills of prospective student educators.

 Keywords: Socratic Method, Basic Counseling Skills, Prospective Student Educators, Learning Strategy.

 

Abstrak: Keterampilan dasar konseling menjadi salah satu kompetensi esensial yang perlu dimiliki mahasiswa calon pendidik sebagai bekal dalam memahami, merespons, dan membantu permasalahan psikopedagogis peserta didik di lingkungan pendidikan. Fakta empiris menunjukkan bahwa sebagian mahasiswa masih mengalami kendala dalam menampilkan perilaku attending, kemampuan empatik, pengajuan pertanyaan eksploratif, serta penyusunan respon konseling yang sistematis ketika dihadapkan pada studi kasus peserta didik. Kondisi tersebut menuntut adanya strategi pembelajaran inovatif yang mampu menstimulasi kemampuan reflektif, analitis, dan dialogis mahasiswa. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas Metode Socrates sebagai strategi peningkatan keterampilan dasar konseling mahasiswa calon pendidik. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain quasi experiment melalui model pretest-posttest treatment evaluation. Subjek penelitian terdiri atas 24 mahasiswa program kependidikan yang menempuh pembelajaran layanan konseling dasar. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, lembar penilaian keterampilan dasar konseling, dan dokumentasi proses perlakuan. Implementasi Metode Socrates dilakukan melalui tiga tahapan pembelajaran, yaitu questioning assumptions, probing reasons, dan reflective dialogue berbasis studi kasus. Analisis data menggunakan deskriptif persentase dan gain score untuk melihat peningkatan kompetensi mahasiswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rerata capaian keterampilan dasar konseling mahasiswa pada kondisi awal berada pada kategori rendah sebesar 16,67%, meningkat menjadi 34,27% pada tahap pertama, 52,81% pada tahap kedua, dan mencapai 74,63% pada tahap akhir dengan kategori baik. Peningkatan terjadi pada kemampuan mahasiswa dalam membangun kontak psikologis, menggali informasi secara mendalam, menunjukkan respon empatik, serta merumuskan alternatif bantuan secara lebih terarah. Temuan ini menegaskan bahwa Metode Socrates efektif digunakan sebagai strategi pembelajaran reflektif-dialogis untuk meningkatkan keterampilan dasar konseling mahasiswa calon pendidik.

Kata Kunci: Metode Socrates, Keterampilan Dasar Konseling, Mahasiswa Calon Pendidik, Strategi Pembelajaran.

References

Agung, A. A. G. (2014). Buku Ajar Metodologi Penelitian Pendidikan. Malang: Aditya Media Publishing.

Akhsani, L., Kartono, K., Junaedi, I., & Asih, T. S. N. A. (2022). Pengaruh Motivasi Belajar Terhadap Kemampuan Berpikir Kreatif Mahasiswa pada Model PBL dengan Metode Socrates. In Prosiding Seminar Nasional Pascasarjana (Vol. 5, No. 1, pp. 625-629). https://proceeding.unnes.ac.id/snpasca/article/view/1540

Cain, R. B. (2007). The Socratic Method. Bristol: Continuum.

Diswantika, N., & Yustiana, Y. R. (2022). Model bimbingan dan konseling bermain cognitive-behavior play therapy untuk mengembangkan empati mahasiswa. Jurnal Mahasiswa BK An-Nur: Berbeda, Bermakna, Mulia, 8(1), 40-56. DOI: http://dx.doi.org/10.31602/jmbkan.v8i1.6215

Ernawati, E., & Nasir, A. M. (2018). Efektivitas Metode Pembelajaran Socrates Kontekstual Berbasis Gaya Kognitif terhadap Hasil Belajar Statistik Dasar. Proximal: Jurnal Penelitian Matematika dan Pendidikan Matematika, 1(2), 31-44. https://e-journal.my.id/proximal/article/view/195

Fiah, R. E. (2015). Bimbingan dan Konseling Perkembangan. Yogyakarta: DEA Press.

Handini, O., Rizkasari, E., Suryanti, H. H. S., Prihastari, E. B., Handayani, S., Prakoso, M. R. N., ... & Kom, M. (2023). Inovasi dalam Pembelajaran Abad 21. Unisri Press.

King, F. J., Goodson, L., & Rohani, F. (1998). Higher order thinking skills: Definition, teaching strategies, assessment. Washington DC: The Center for Advancement of Learning and Assessment.

Nauvalia, C., & Indrijati, H. (2023). Konseling kognitif perilaku dalam menurunkan kecemasan akademik pada mahasiswa dengan sindrom impostor. Jurnal Education and development, 11(3), 216-222. DOI https://doi.org/10.37081/ed.v11i3.5090

Prakoso, M. R. N. (2023). Peran Guru Bimbingan dan Konseling dalam Mereduksi Perilaku Merokok Peserta Didik Sekolah Menengah Pertama di Surakarta. Widya Wacana: Jurnal Ilmiah, 18(2), 92-98. DOI: https://doi.org/10.33061/jww.v18i2.10222

Pratami, R. (2022). Systematic Review (Meta Synthesis) Artikel Bimbingan Dan Konseling: Peningkatan Keterampilan Berpikir Kritis. Jurnal Bikotetik (Bimbingan dan Konseling: Teori dan Praktik), 6(1), 36-45. DOI: https://doi.org/10.26740/bikotetik.v6n1.p36-45

Saputri, N. S. D., Septiani, P., & Prakoso, M. R. N. (2024). Improving of ‘Basic Skill Counseling’for Peer Counselor PIK-R Pradita Dirgantara High School. In 2nd Annual International Conference: Reimagining Guidance and Counselling in the VUCA Era (AICGC 2023) (pp. 156-164). Atlantis Press. DOI: 10.2991/978-2-38476-234-7_17

Sugiyono. (2009). Metode Penelitian Penddidikan Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.

Susiani, K., & Suranata, K. (2017). Implementasi metode sokratik melalui lesson study untuk meningkatkan keterampilan berpikir kritis mahasiswa. Indonesian Journal of educational counseling, 1(1), 27-40. DOI: https://doi.org/10.30653/001.201711.4

Zubaidah, R., Fitriawan, D., Munaldus, M., & Sulistyowati, E. (2024). Penggunaan Bahan Ajar Berbasis Socrates dengan Setting Kolaboratif dan Dampaknya terhadap Kemampuan Berpikir Kritis Mahasiswa. EQUALS: Jurnal Ilmiah Pendidikan Matematika, 7(1), 29-46. DOI: https://doi.org/10.46918/equals.v7i1.2082

Downloads

Published

2026-05-31