PEMAKAIAN CADAR DALAM PERSPEKTIF MUFASSIRIN DAN FUQAHA’
DOI:
https://doi.org/10.22373/jim.v16i1.5740Keywords:
Cadar, Mufassirin dan Fuqaha’Abstract
Pemakaian cadar bagi wanita muslimah dalam dasarwarsa terakhir ini telah menjadi pembicaraan hangat di media massa. Terjadi pro-kontra dalam menyikapi wanita bercadar di kalangan masyarakat Indonesia. Sebagian masyarakat muslim menganggap aneh dan berlebihan terhadap wanita bercadar karena dianggap melanggar tradisi yang berkembang dalam masyarakat. Ada pula cendekiawan muslim yang mengklaim cadar sebagai hasil budaya Arab Jahiliyah yang masih dilestarikan oleh sebagian wanita muslimah sampai sekarang. Berdasarkan permasalahan tersebut maka penulis ingin mendapatkan jawaban terhadap pertanyaan, bagaimana pandangan para mufassirin (para ahli tafsir) terhadap pemakaian cadar bagi wanita muslimah ? Dan bagaimana hukum pemakaian cadar bagi wanita muslimah yang telah di-istinbath-kan oleh para fuqaha’ ? Penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan pembahasan difokuskan pada pengkajian pemakaian cadar dalam perspektif para mufasisirin dan fuqaha’. Untuk mendapatkan informasi yang akurat dan holistik peneliti gunakan metode mawdhu’i (tematik) yang disajikan secara deskriptif kualitatif. Setelah diadakan penelitian dapat disimpulkan bahwa pemakaian cadar bagi kaum wanita telah ada pada sebagian masyarakat Arab dan negeri-negeri lain di luar Arab sebelum agama Islam. Cadar yang berfungsi sebagai penutup muka, termasuk hidung dan mulut, ternyata diperselisihkan hukumnya oleh para ulama, baik para ulama ahli tafsir maupun para ulama ahli fiqh antara yang menghukum wajib dan yang tidak wajib (mandub dan mubah). Terjadinya perbedaan pendapat di kalangan para ulama tentang cadar disebabkan oleh karena perbedaan penafsiran terhadap ayat ayat al-Qur’an dan penilaian terhadap hadits yang ada kaitannya dengan batasan aurat wanita muslimah.
Downloads
References
‘Abd Al-Hayy Al-Farmawy, al-Bidayah fi al-Tafsir al-Mawdhu’i, Kairo: al‘Arabiyah, 1977.
Abdul Halim Abu Syuqqah, Kebebasan Wanita, Jilid 4, Terjemahan, Jakarta: Gema Insani Press, 1991.
‘Abdullah bin Mahmud bin Mawdud Al-Mawshili Al-Hanafi, al-Ikhtiyar li Ta’lil al-Mukhtar, JuzIV, Beirut: Dar al-Ma’rifah, tt.
Abi ‘Abdillah Muhammad bin Ahmad Al-Anshari Al-Qurthubi, al-Jami’ li Ahkam al-Qur’an, Juz XIV, Kairo: Dar al-Katib al-‘Araby li al-Thaba’ah wa alNasyr, 1387 H/1967 M.
Abu Ishaq Asy-Syairazi, al-Muhadzdzab, Juz III, Jeddah: Maktabah al-Irsyad, tt.
Amru Abdul Karim Sa’dawi, Wanita Dalam Fikih Yusuf al-Qaradhawi, Terjemahan, Jakarta: Pustaka al-Kautsar, 2009.
Hasan Al-‘Audah, al-Mar-ah al-‘Arabiyah fi al-Din wa al-Mujtama’, Beirut: al- Haly, 2000.
Jalaluddin Muhammad bin Ahmad Al-Mahalli, Tafsir al-Qur’an al-‘Adhim, Beirut: Dar al-Fikr, 1401 H.
Ibnu Mundzir, al-Awsath, Juz V, Riyadh: Dar al-Falah, 1410 H.
Ibnu Hajar Al-Haitami, Tuhfah al-Muhtaj, Juz II, Mesir: Mushthafa Muhammad, 1389 H/1969 M.
Imam Abi Daud, Sunan Abi Daud, Juz III, Indonesia: Maktabah Dahlan, tt.
Imam An-Nawawi, al-Majmu’ Syarh al-Muhadzdzab, Juz III, Jeddah: Maktabah al-Irsyad, tt.
Imam Asy-Syafi’i, al-Umm, Juz I, Beirut: Dar al-Fikr, 1429-1430 H/2009 M.
Imam Ibnu Jarir Ath-Thabari, Tafsir ath-Thabari, Juz XIX & XX, Mesir: Dar al- Qalam, tt.
Muhammad ‘Ali Ash-Shabuni, Shafwah at-Tafsir, Jilid II, Mekkah : Dar Ash- Shabuni, 1403 H/1972 M.
Munawwir, AW., al-Munawwir Kamus Arab Indonesia, Jakarta: Djambatan, 1992.
Quraish Shihab, M., Jilbab Pakaian Wanita Muslimah, Jakarta: Lentera Hati, 2014.
_____________ , Tafsir al-Mishbah, Vol. II, Jakarta: Lentera Hati, 2002.
Shawi, Ash-, Hasyiyah ash-Shawi ‘Ala asy-Syarh ash-Shaghir, Juz I, Kairo: Dar al-Ma’rifah, tt.
Syekh Muhammad ‘Ali Sais, Tafsir Ayat al-Ahkam, Azhar Mesir: Muhammad Ali shabih wa Auladuh, 1373 H/1967 M.
Syekh Taqiyuddin Al-Hushni, Kifayah al-Akhyar, Beirut: Dar al-Kutu al- ‘Arabiyah, tt.
Wahbah Az-Zuhaili, Ensiklopedia al-Qur’an, Terjemahan, Jakarta: Gema Insani Press, 2007.
Ali Tantowi, “The Quest of Indonesian Muslim Identity,” Journal of Indonesian Islam, The Circle of Islamic and Cultural Studies, Vol. 04, No. 01, Jakarta, 2010.
http://muslim.or.id/6207 tentang hukum memakai cadar dalam pandangan 4 madzhab, diakses tanggal 5 Agustus 2019.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Authors who publish in Jurnal Ilmiah Al-Mu'ashirah agree to the following terms:
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Attribution-ShareAlike 4.0 International (CC BY-SA 4.0) License that allows others to share the work with an acknowledgment of the work's authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgment of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).









